Janganlah Berbuat Jahat, Perbanyak Kebajikan, Sucikan Hati dan Pikiran, Inilah Ajaran Para Buddha >>>>> Sebutan Yang Paling Indah Adalah Buddha, Kata-kata Yang Paling Merdu Adalah Paritta, Media Yang Paling Baik Adalah Tipitaka, Senam Paling Sehat Adalah Puja, Diet Paling Sempurna Adalah Athasila, Perjalanan Paling Indah Adalah Menjadi Bikkhu, Khayalan Paling Indah Adalah Ingat Kamma<<<<<

Puisi Menyambut Waisak

Nammo Buddhaya
Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menuliskan puisi yang tanpa sengaja saya temukan di tumpukan file saya, entah darimana asalnya, yang saya ingat dulu saya memang pernah mencarikan puisi untuk keponakan saya akan tetapi saya sudah lupa sumbernya.
Setelah saya simak kembali ternyata puisi tersebut bertema Hari Raya Tri Suci Waisak. Puisi tersebut berjudul " Dimulai Saat Ini " silahkan disimak.



Dimulai .....Saat Ini! 

Berhari, berbulan, bertahun
Lewat semua
Aku berdiri diam
Kemarin maju, tapi hari sebelumnya mundur
Minggu lalu maju berlangkah-langkah
Bulan lalu lari berjarak-jarak
Sepanjang ingatanku tahun-tahun berlalu
aku hanya diam saja
bahkan melumpurkan diri ke kubangan
Hari ini aku berasa tidak bergerak
hanya maju mundur
kurang lebih aku di tempat semula
tempat bersarangnya pandangan dan
kebiasaan lama

Di masaku,
Banyak Hari Waisak kuperingati
Dengan setelan putihku yang cantik
bersih, karena kusiapkan berapa minggu lalu
Berapa banyak bunga yang kubeli
kurangkai indah di atas altar
Kuyakin rupang-rupang di meja altarku
bersih berkilau
Aku hafal benar kebiasaanku
aku akan pasang dupa, menyala juga lilin
Tidak lupa wangi kayu cendana
Berpiring buah-buahan segar
Aku berparitta

Hari ini
Aku masuk ke pintu vihara
Bersetelan putih licin kena setrika
Aku tahu aku akan mengulang kebiasaan lama
Sudah hafal betul upacaranya
Paradaksina, aku lakukan pasti
dengan antusias, walau berbaris-baris,
berpeluhan, kadang melepuh api lilin dan dupa

Sudah banyak, berkali kulakukan
Setelah selesai aku dan yang lainnya berucapan
seperti ucapan selamat ulang tahun
selamat Waisak,....selamat Waisak.!
Aku hafal semuanya

Tapi sekarang aku di pintu vihara,
berbalut putih putih
Berapa lagi Hari Waisak kan aku ikuti?
Buat apa aku berprilaku seperti ini,
rutinitas dan ritual kuhafal
Aku menjadi takut,
menyadari bahwa aku telah berjalan
naik dan turun di tempat yang sama
dan tidak pernah benar-benar mencapai apa-apa
Aku terhenyak,
Aku diam kali ini, dan berpikir...
Hariku begitu bernilai
Bathinku tidak bergerak maju
Aku hanya si pelaku ritual
Dhamma kurang kupahami,
Meditasi buatku berkhayal atau lelap

Aku masih di pintu,
Tidak mungkin mundur ke belakang
Merubah masa lalu
Tapi aku punya hari ini
Waisakku yang baru
Saatku berharga,
Kumulai dari pintu
Pintu mata, telingaku...juga
seluruh inderaku
Kusadari aku ada saat ini
terlahir sebagai manusia
dalam suburnya Buddha Sassana
Sadar
Untuk menjadi maju,
sila, Dana, samadhi

Guruku yang kuhormati dengan
ritualku,
memberi jalan
mencurahkan Dhamma yang indah
bukan untuk dikagumi,
bukan untuk diperingati sebagai hari merah,
atau upacara berprosesi.
Jalan, pembebasan penderitaan,
meraih Nibanna
di kehidupan mulia ini

Saat ini di pintu vihara,
Aku akan masuk, duduk, ikuti
prosesi, ritual berbeda
karena aku sadari,
aku maju saat ini,
dan terus bergerak maju
Rasa dhamma, kebahagiaan samadhi
kebahagiaan menuju pembebasan
Dimulai...saat ini!

Demikian sepenggal puisi berkaitan dengan Hari Waisak, meski tanpa menyebutkan sumbernya saya berharap dapat bermanfaat bagi orang lain.

Nammo Buddhaya

Artikel Terkait



Bendera

Bendera

Tukang Taman

PENGUMUMAN

1. Perubahan Rekening Dana
Bagi umat yang ingin berdana harap menghubungi Admin terlebih dahulu karena ada perubahan Nomor Rekening. Hubungi Admin di 0813 1030 7553

2. Tentang Iklan
Kami tidak bertanggung atas segala bentuk iklan, isi konten dalam iklan, dll. Kami hanya menyediakan tempat untuk pengiklan dan kami tidak mengetahui isi iklan karena yang memasang iklan adalah pihak ketiga.

Aneka Bisnis

Populer

Menjadi Teman Saya

 
Powered by Blogger.com | 2008 Copyright Pemuda Buddhist Indonesia All Reserved Cah Semarang Weblog | E-mail: ari.complex@yahoo.co.id