Janganlah Berbuat Jahat, Perbanyak Kebajikan, Sucikan Hati dan Pikiran, Inilah Ajaran Para Buddha >>>>> Sebutan Yang Paling Indah Adalah Buddha, Kata-kata Yang Paling Merdu Adalah Paritta, Media Yang Paling Baik Adalah Tipitaka, Senam Paling Sehat Adalah Puja, Diet Paling Sempurna Adalah Athasila, Perjalanan Paling Indah Adalah Menjadi Bikkhu, Khayalan Paling Indah Adalah Ingat Kamma<<<<<

Perayaan Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013

Perayaan Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013 Vihara Dhamma Sasana

Dalam rangka menyambut, memperingati dan merayakan hari raya Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013, umat Buddha Vihara Dhamma Sasana akan melaksanakan berbagai kegiatan sebagai berikut :
A. Menyambut  Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013
1. SPD (Sebulan Penghayatan Dhamma)
Menyambut Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013, umat Buddha Vihara Dhamma Sasana mengadakan kegiatan SPD (Sebulan Penghayatan Dhamma). Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dan diisi dengan puja bakti / kebaktian, uraian Dhamma dari sesepuh Vihara Dhamma Sasana, Ketua dan Pengurus Vihara Dhamma Sasana, serta dari narasumber yang lain. Dalam kegiatan SPD ini juga diisi dengan kegiatan berlatih membaca Paritta bersama-sama, latihan menyanyi untuk dipentaskan di hari perayaan Waisak, serta berbagai kegiatan lainnya.
2. Bakti Sosial
a. Bakti sosial membersihkan makam, membersihkan lingkungan sekitar Vihara, dan membersihkan lingkungan umat.
b. Bakti sosial membantu orang yang tidak mampu. Panitia akan membagikan bingkisan Waisak kepada warga tidak mampu di lingkungan Vihara Dhamma Sasana, Dusun Krajan Desa Kenteng. Bingkisan tersebut berisi beras, telur, serta bahan sembako lainnya. Hal ini sebagai wujud kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan karena penerima bingkisan tidak hanya umat Buddha, namun umat agama lain yang tidak mampu juga akan menerima bingkisan Waisak.
3. Selamatan
Selamatan atau tumpengan dilaksanakan di malam terakhir Sebulan Penghayatan Dhamma atau malam Waisak. Kegiatan ini merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan dari tahun ke tahun.
4. Penyalaan seribu lilin Waisak
* masih dibahas oleh panitia, karena menyesuaikan ketersediaan dana.
B. Peringatan Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013
Di hari Waisak nanti akan diadakan puja bakti menyambut detik-detik Waisak yang akan diikuti oleh seluruh umat Buddha Vihara Dhamma Sasana.
C. Perayaan Tri Suci Waisak 2557 BE / 2013
a. Lomba untuk ibu-ibu dan anak sekolah minggu
* masih menunggu persetujuan panitia.
b. Bingkisan untuk anak sekolah minggu Buddhis
Bingkisan diberikan setelah acara puja bakti memperingati detik-detik Waisak. Bingkisan berupa tas, alat tulis / peralatan sekolah lain ini dipersembahkan oleh salah seorang umat kami yang bekerja di Kalimantan, dengan harapan supaya seluruh anak sekolah minggu semakin bersemangat merayakan Waisak dan semakin bersemangat dalam kegiatan sekolah minggu Buddhis.
3. Anjangsana
Umat Buddha Vihara Dhamma Sasana akan saling berkunjung ke rumah-rumah umat yang lain baik umat Buddha di Vihara Dhamma Sasana maupun ke rumah umat Vihara lain.
4. Dalam perayaan Waisak kali ini, umat Buddha Vihara Dhamma Sasana mengadakan iuran wajib sebesar minimal Rp. 25.000 / kepala keluarga, guna menyukseskan berbagai acara tersebut diatas.

Untuk menunjang kegiatan-kegiatan tersebut diatas, kami membuka kesempatan kepada Bapak ibu/saudara/saudari SeDhamma Untuk Menanam Jasa - Jasa Kebajikan dengan berdana.


Dalam Rangka waisak ini kami umat Buddha Vihara Dhamma Sasana Kenteng, Kec. Susukan Kab. Semarang Jawa Tengah Mengajak Bapak ibu/saudara/saudari SeDhamma Untuk Menanam Jasa - Jasa Kebajikan Melalui Acara Penyalaan Seribu Lilin Waisak 2557 BE tanggal 24 mei 2013 pukul 20. 00 wib s/d selesai.
1 kupon : 5 rb satu Lilin.
 
dana bisa di transfer ke BANK BRI : 6043 - 01 - 007973 - 531
A/n : Vihara Dhamma Sasana.
Terima Kasih
 * Untuk rekening lain selain BRI silahkan menghubungi 0813 1030 7553  
Segenap Umat Buddha Vihara Dhamma Sasana mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak  2557 BE / 2013.
Semoga berkah Waisak menyertai kita semua.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Sadhu .... Sadhu .... Sadhu ....

[ Baca Selengkapnya... ]

Puisi Menyambut Waisak

Nammo Buddhaya
Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menuliskan puisi yang tanpa sengaja saya temukan di tumpukan file saya, entah darimana asalnya, yang saya ingat dulu saya memang pernah mencarikan puisi untuk keponakan saya akan tetapi saya sudah lupa sumbernya.
Setelah saya simak kembali ternyata puisi tersebut bertema Hari Raya Tri Suci Waisak. Puisi tersebut berjudul " Dimulai Saat Ini " silahkan disimak.



Dimulai .....Saat Ini! 

Berhari, berbulan, bertahun
Lewat semua
Aku berdiri diam
Kemarin maju, tapi hari sebelumnya mundur
Minggu lalu maju berlangkah-langkah
Bulan lalu lari berjarak-jarak
Sepanjang ingatanku tahun-tahun berlalu
aku hanya diam saja
bahkan melumpurkan diri ke kubangan
Hari ini aku berasa tidak bergerak
hanya maju mundur
kurang lebih aku di tempat semula
tempat bersarangnya pandangan dan
kebiasaan lama

Di masaku,
Banyak Hari Waisak kuperingati
Dengan setelan putihku yang cantik
bersih, karena kusiapkan berapa minggu lalu
Berapa banyak bunga yang kubeli
kurangkai indah di atas altar
Kuyakin rupang-rupang di meja altarku
bersih berkilau
Aku hafal benar kebiasaanku
aku akan pasang dupa, menyala juga lilin
Tidak lupa wangi kayu cendana
Berpiring buah-buahan segar
Aku berparitta

Hari ini
Aku masuk ke pintu vihara
Bersetelan putih licin kena setrika
Aku tahu aku akan mengulang kebiasaan lama
Sudah hafal betul upacaranya
Paradaksina, aku lakukan pasti
dengan antusias, walau berbaris-baris,
berpeluhan, kadang melepuh api lilin dan dupa

Sudah banyak, berkali kulakukan
Setelah selesai aku dan yang lainnya berucapan
seperti ucapan selamat ulang tahun
selamat Waisak,....selamat Waisak.!
Aku hafal semuanya

Tapi sekarang aku di pintu vihara,
berbalut putih putih
Berapa lagi Hari Waisak kan aku ikuti?
Buat apa aku berprilaku seperti ini,
rutinitas dan ritual kuhafal
Aku menjadi takut,
menyadari bahwa aku telah berjalan
naik dan turun di tempat yang sama
dan tidak pernah benar-benar mencapai apa-apa
Aku terhenyak,
Aku diam kali ini, dan berpikir...
Hariku begitu bernilai
Bathinku tidak bergerak maju
Aku hanya si pelaku ritual
Dhamma kurang kupahami,
Meditasi buatku berkhayal atau lelap

Aku masih di pintu,
Tidak mungkin mundur ke belakang
Merubah masa lalu
Tapi aku punya hari ini
Waisakku yang baru
Saatku berharga,
Kumulai dari pintu
Pintu mata, telingaku...juga
seluruh inderaku
Kusadari aku ada saat ini
terlahir sebagai manusia
dalam suburnya Buddha Sassana
Sadar
Untuk menjadi maju,
sila, Dana, samadhi

Guruku yang kuhormati dengan
ritualku,
memberi jalan
mencurahkan Dhamma yang indah
bukan untuk dikagumi,
bukan untuk diperingati sebagai hari merah,
atau upacara berprosesi.
Jalan, pembebasan penderitaan,
meraih Nibanna
di kehidupan mulia ini

Saat ini di pintu vihara,
Aku akan masuk, duduk, ikuti
prosesi, ritual berbeda
karena aku sadari,
aku maju saat ini,
dan terus bergerak maju
Rasa dhamma, kebahagiaan samadhi
kebahagiaan menuju pembebasan
Dimulai...saat ini!

Demikian sepenggal puisi berkaitan dengan Hari Waisak, meski tanpa menyebutkan sumbernya saya berharap dapat bermanfaat bagi orang lain.

Nammo Buddhaya

[ Baca Selengkapnya... ]

Puisi Buddhist " Carilah itu "


Nammo Buddhaya
Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menuliskan puisi yang tanpa sengaja saya temukan di tumpukan file saya, entah darimana asalnya, yang saya ingat dulu saya memang pernah mencarikan puisi untuk keponakan saya akan tetapi saya sudah lupa sumbernya.
Namun ada baiknya saya share puisi tersebut untuk orang lain yang membutuhkan, meski tanpa menyebutkan sumbernya saya berharap dapat bermanfaat bagi orang lain. Puisi tersebut berjudul " Carilah Itu "


Carilah itu...!

Ketika banyak rasa gelisah
Kepala penuh pertanyaan dan rasa tak bahagia
terjawab ketika mata dan telinga
keluar dari perlindungan istana

Tangisan, kesakitan, darah, bau bangkai,
kepedihan, dan kemiskinan nyata di bola mata.
Apa yang dicari?
Apa yang dimau?
Pertanyaan itu lama berkeliaran di kepala
dan akhirnya..

KakiNya meninggalkan kursi emasnya,
berjalan menapaki rerumputan basah dan
bebatuan panas yang melepuhkan kulit

Perutnya yang mengering
kulitnya menghitam
Panas menghujam dan hujan membanjur saat meditasinya
Kejahatan mara merongrongNya
hingga jawaban didapat

PenampakanNya sangat bercahaya
"Aku adalah Yang Telah Tercerahkan Sempurna,
Sang Arahat, Sang Buddha,
Inilah Empat kebenaran Ariya."

Dengar kata-kata itu dengan bijak
Jadilah makhluk yang memiliki sedikit debu di mata

Indahnya Dhamma bukan untuk dikagumi
Nyanyian paritha bukan untuk penyejuk hati
Puitisnya Dhammapada bukan apresiasi seni
Bukan untuk kegebiraan Roda Dhamma
Tapi untuk penghentian selamanya
Tidak ada lagi penderitaan
Tidak ada lagi yang muncul dan lenyap
Carilah itu!


[ Baca Selengkapnya... ]

Download Lagu Buddhist Gratis

Download Lagu Buddhist Gratis


Note : CARA DOWNLOAD LAGU BUDDHIST
Klik aja di judul lagu yang hendak di download nanti akan terbuka halaman baru, cari tombol download dan klik tombol tersebut.

[ Baca Selengkapnya... ]

PROPOSAL PERMOHONAN DANA BANTUAN

NAMO BUDDHAYA,
Dalam rangka menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi umat Buddha Vihara Dhamma Sasana, Desa Kenteng  Kec. Susukan Kab. Semarang dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya, maka kami bermaksud merenovasi Vihara Dhamma Sasana supaya lebih layak digunakan, mengingat kondisi Vihara yang sudah kurang layak dikarenakan sudah berusia sekitar 17 tahun.
Umat Buddha membutuhkan Vihara untuk tempat puja bakti dan kegiatan spiritual lainnya. Demi berjalannya kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah Vihara yang layak dan nyaman untuk mendukung kegiatan tersebut. Kebutuhan ini bagi umat Buddha di Dusun Krajan, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sangat penting karena kondisi bangunan vihara saat ini sudah sangat tua (sekitar 17 tahun lebih).
Vihara Dhamma Sasana dibangun pada tahun 1996 dengan ukuran Dhammasala adalah 5,5 x 9 meter. Pembangunan vihara ini merupakan partisipasi umat Buddha setempat untuk meningkatkan keyakinan terhadap Tiratana (Buddha, Dhamma, dan Sangha). Keberadaan dan kondisi Vihara Dhamma Sasana saat ini secara fisik sangat sederhana, karena vihara tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman, Vihara Dhamma Sasana dituntut dapat memenuhi kebutuhan umat. Umat semakin kritis dalam melihat segala aspek kehidupan. Untuk menyikapi hal ini, dan dengan melihat kondisi Vihara saat ini, kami Panitia Pemugaran / Renovasi Vihara Dhamma Sasana mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan pengadaan vihara yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai, yaitu dengan jalan melakukan pemugaran / renovasi Vihara yang kami miliki.
Berhubung terbatasnya ketersediaan dana, kami membagi proses renovasi ini dalam 2 tahap yaitu tahap pertama dan kedua. Tahap pertama telah selesai dilaksanakan yaitu tahap peninggian atap bangunan Vihara dan mengganti genteng karena sudah banyak yang bocor saat musim hujan yang berdampak pada rusaknya karpet di dalam Vihara serta terganggunya kegiatan umat. Tahap ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2010, dengan sumber dana murni dari swadaya umat Vihara Dhamma Sasana.
Tahap kedua terdiri dari beberapa pekerjaan yaitu penyelesaian sisa pekerjaan tahap pertama (karena di pekerjaan tahap pertama belum di plester), pengecatan seluruh ruangan, pembuatan sumur, renovasi Altar, renovasi kamar mandi / toilet, dan renovasi Kuti. Renovasi tahap kedua ini masih menunggu ketersediaan dana. Di program tahap kedua ini, panitia dan pengurus Vihara juga akan mengurus pembuatan sertifikat tanah Vihara Dhamma Sasana (sedang dalam proses) karena sampai saat ini sertifikat tanah belum dibuat meskipun tanah tersebut telah di dana kan oleh umat.
Panitia mengharapkan kebijaksanaan dan kemurahan hati para Donatur untuk membantu pelaksanaan renovasi Vihara Dhamma Sasana.

[ Baca Selengkapnya... ]
SELAMAT HARI RAYA TRI SUCI WAISAK

Bendera

Bendera

Populer

Menjadi Teman Saya

Lagu Buddhist & Ceramah

 
Powered by Blogger.com | 2008 Copyright Pemuda Buddhist Indonesia All Reserved Cah Semarang Weblog | E-mail: ari.complex@yahoo.co.id